WaroengBerita.com – Humbahas | Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghadiri rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Danau Toba yang digelar di Kabupaten Humbang Hasundutan. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan diikuti sejumlah kepala daerah di kawasan Danau Toba.
Dalam arahannya, Luhut menekankan bahwa pengembangan sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang saat ini telah berkembang pesat di berbagai negara. Ia menilai Indonesia, khususnya Sumatera Utara, memiliki potensi besar karena didukung sumber daya manusia, teknologi, hingga peluang pasar.
“Kita harus berpikir mencari solusi, bukan fokus pada masalah. Semua potensi sudah kita miliki, tinggal bagaimana kita menyatukan dan mengembangkannya,” ujar Luhut.
Ia juga mendorong agar Sumatera Utara dapat menjadi percontohan dalam penerapan pertanian berbasis teknologi, yang kemudian dapat diterapkan di seluruh daerah, khususnya kawasan Danau Toba.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyatakan kesiapan daerahnya untuk mengadopsi sistem pertanian berbasis AI. Ia menilai teknologi ini akan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas serta menentukan strategi produksi yang lebih tepat.
“Pemanfaatan AI sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membantu petani memprediksi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan teknologi dalam sektor pertanian bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis yang harus segera diadaptasi demi meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing daerah.
Melalui kolaborasi lintas daerah dan dukungan pemerintah pusat, pengembangan pertanian berbasis AI di kawasan Danau Toba diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(SB)












