WaroengBerita.com – Langkat |Pembangunan Puskesmas Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yang tertunda sepanjang 2025, dipastikan akan kembali direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Kepastian ini muncul setelah Rancangan APBD (R-APBD) Kabupaten Langkat memasukkan kembali proyek tersebut sebagai prioritas pembangunan sektor kesehatan.
Penundaan sebelumnya terjadi akibat kontraktor pelaksana mengundurkan diri. Mereka dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan karena terkendala kondisi cuaca serta hambatan teknis di lapangan, sehingga proyek tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana.
Informasi terbaru ini mengemuka dalam rapat audiensi antara masyarakat Desa Telagah dan DPRD Kabupaten Langkat di ruang Badan Anggaran DPRD, Senin (8/12/2025). Rapat dipimpin Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin Angin, yang menegaskan bahwa pembangunan Puskesmas tersebut merupakan salah satu aspirasi utama yang ia serap saat reses tahun 2024.
“Puskesmas ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat Telagah. Aspirasi ini telah kami masukkan sebagai pokok pikiran, dan kami pastikan terus mengawal agar pembangunannya terealisasi pada 2026,” ujar Sribana.
Kabar ini disambut antusias warga Desa Telagah yang selama ini menunggu kejelasan proyek tersebut. Keberadaan Puskesmas dianggap krusial mengingat sebagian warga harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan terdekat.
Rapat turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Langkat Romelta Ginting, sejumlah anggota dewan, serta unsur pemerintah daerah seperti Asisten Pemerintahan dan Kesra Rudi Kinandung, Kepala Dinas Kesehatan dr. Juliana, dan Kepala BPKAD Iskandarsyah.
Sebagai bentuk dukungan, masyarakat Desa Telagah telah menyiapkan lahan yang akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat. Hibah ini diperlukan agar lahan dapat dicatat sebagai aset daerah, sehingga pembangunan melalui APBD memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Menanggapi polemik lokasi pembangunan yang sempat mencuat sebelumnya, DPRD Langkat berharap semua pihak kembali bersatu. “Yang terpenting adalah kepentingan masyarakat. Kita ingin Puskesmas ini hadir tanpa hambatan lagi,” ujar Sribana.
Dengan masuknya proyek ini dalam rencana anggaran 2026, masyarakat berharap proses pembangunan tidak lagi tertunda dan segera memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar di Desa Telagah. (Barto/Ril)












