Pemkab Pakpak Bharat Tandatangani Tukar Guling Aset dengan GKPPD

Pemkab Pakpak Bharat Tandatangani Tukar Guling Aset Barang Milik Daerah ke GKPPD

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat bersama Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) resmi menandatangani kesepakatan tukar guling aset di Dusun Lae Mbalno, Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak. Proses penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, dengan Pimpinan Pusat GKPPD, Pdt. P. Abetnego Padang Bth, M.Th, disaksikan langsung Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, serta sejumlah pihak terkait.

Penantian 13 Tahun Berbuah Kesepakatan

Bishop GKPPD, Pdt. P. Abetnego Padang Bth, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya kesepakatan ini setelah lebih dari 13 tahun dinantikan. “Ini merupakan amanat Sinode Sinunu GKPPD ke-11 yang akhirnya dapat diwujudkan. Kami melihat adanya niat baik dari pemerintah daerah untuk memenuhi harapan kami. Semoga bapak Bupati dan jajarannya senantiasa diberikan kesehatan untuk terus memaksimalkan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, lebih dari 60 persen warga Pakpak Bharat merupakan jemaat GKPPD, sehingga setiap langkah pembangunan daerah juga akan berdampak positif bagi kehidupan gereja.

Pemkab Minta Dukungan GKPPD

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franc Bernhard Tumanggor meminta dukungan GKPPD untuk bersama-sama menyukseskan program pembangunan daerah, termasuk dalam memperkuat iman dan ketakwaan masyarakat Pakpak Bharat.

“Secara khusus, saya juga berharap dukungan GKPPD terkait pembangunan jalan dua lajur di pusat Kota Salak yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas PUPR. Proyek ini akan melewati depan Gereja GKPPD Salak dan tentu akan memperindah wajah kota. Mari kita dukung bersama agar pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” tutur Bupati.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis yang menandai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan, demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Pakpak Bharat.(SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *