WaroengBerita.com – Tanjungbalai |Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai resmi memiliki nahkoda baru. Saufi Satria Simangunsong, S.H., terpilih sebagai Ketua PWI Tanjungbalai periode 2026–2029 melalui Konferensi ke-VII PWI Tanjungbalai Tahun 2025 yang digelar di Kombur Cafe, Jalan Sudirman, Minggu (28/12/2025).
Pemilihan berlangsung demokratis dengan diikuti dua kandidat, yakni Regen Silaban, S.H., dan Saufi Satria Simangunsong. Dari enam anggota PWI yang menggunakan hak pilihnya, Saufi memperoleh dukungan terbanyak dengan tiga suara, sementara Regen mengantongi dua suara dan satu suara dinyatakan abstain.
Sebelum proses pemungutan suara, pimpinan sidang dari PWI Sumatera Utara melakukan verifikasi administrasi pencalonan. Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut Rifki Warisan, bersama Sekretaris SR Hamonangan Panggabean dan jajaran bidang organisasi, menyatakan kedua calon memenuhi seluruh persyaratan. Keduanya juga menyepakati fakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap aturan organisasi dan hasil konferensi.
Konferensi tersebut dihadiri pengurus PWI Sumut, anggota PWI Tanjungbalai, perwakilan PWI dari daerah sekitar, serta unsur organisasi wartawan lainnya, termasuk Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tanjungbalai.
Dalam pernyataannya, Saufi yang juga menjabat Penasehat Forwaka Tanjungbalai menegaskan komitmennya membangun organisasi yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kapasitas wartawan.
“Kebersamaan adalah fondasi utama. Kita perkuat yang sudah baik dan membina yang masih perlu ditingkatkan agar PWI semakin profesional dan berwibawa,” ujarnya.
Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik, S.E., mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi pers menuntut integritas, keteladanan, dan sikap rendah hati. Konferensi secara resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai yang diwakili Asisten III Walman Riadi P. Girsang.
Terpilihnya Saufi Satria Simangunsong diharapkan menjadi awal penguatan soliditas PWI Tanjungbalai dalam menjaga marwah pers serta mendukung pembangunan daerah melalui karya jurnalistik yang profesional dan beretika. (***)












