WaroengBerita.com – Labuhanbatu|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tahap III Tahun 2026. Bantuan bagi keluarga sasaran diserahkan langsung oleh Bupati Maya Hasmita bersama Wakil Bupati Jamri serta Ketua TP PKK Ny. Wan Jumasari Dewi di Ruang Data dan Karya Kompleks Kantor Bupati, Rabu (4/3/2026).
Dalam sambutannya, Maya Hasmita menjelaskan bahwa program Orang Tua Asuh merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam membantu keluarga yang berisiko stunting. Program tersebut melibatkan masyarakat, instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan gizi anak.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menargetkan intervensi langsung kepada keluarga berisiko melalui bantuan nutrisi maupun dukungan non-nutrisi yang disalurkan melalui program tersebut. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2025, prevalensi stunting di Labuhanbatu tercatat mencapai 25,3 persen. Angka tersebut masih berada di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 18,8 persen.
Bupati menegaskan bahwa tingginya angka stunting dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, sehingga diperlukan langkah percepatan yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh sektor terkait.
Sebagai upaya tambahan, Pemkab Labuhanbatu juga mendorong pelaksanaan program MBG 3B atau Makanan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Program ini diharapkan dapat memperkuat intervensi gizi bagi keluarga yang membutuhkan.
Maya juga mengimbau seluruh kepala perangkat daerah dan camat untuk turut mendukung gerakan pencegahan stunting, termasuk melalui aksi sederhana seperti pemberian satu butir telur setiap hari Jumat oleh aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada sejumlah lembaga dan mitra yang terlibat dalam program Orang Tua Asuh, di antaranya Bank Sumut, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia serta Yayasan ITKes Ika Bina Labuhanbatu yang membantu mendampingi sekitar 80 keluarga berisiko stunting di daerah tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Nurhetty Lumbantobing dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2024 Semester II, terdapat 68.679 keluarga yang masuk dalam kategori keluarga risiko stunting. Dari target 1.330 keluarga yang ditetapkan untuk mendapatkan pendampingan dari mitra Orang Tua Asuh, sebagian di antaranya telah menerima bantuan nutrisi, edukasi kesehatan, hingga program bedah rumah.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap melalui sinergi berbagai pihak dan keterlibatan masyarakat luas, upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(AS)












