WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu (Pemkab Labuhanbatu) menetapkan empat program utama sebagai arah pembangunan tahun 2027. Hal itu disampaikan Bupati Maya Hasmita dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar Rabu, 8 April 2026, di Kantor Bupati Labuhanbatu.
Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa prioritas pembangunan mencakup peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan pelayanan publik serta perlindungan sosial, pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah dan inovasi, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan mitigasi bencana.
Ia menjelaskan, proses penyusunan rencana tersebut telah melalui mekanisme perencanaan yang melibatkan partisipasi publik. Sebanyak 635 usulan masyarakat dan 101 pokok pikiran DPRD telah dihimpun melalui sistem SIPD sebagai dasar penyusunan RKPD 2027.
Untuk target kinerja, Pemkab Labuhanbatu menargetkan peningkatan sejumlah indikator strategis, di antaranya indeks pembangunan manusia mencapai 75,48 poin, pertumbuhan ekonomi 6,36 persen, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5,58 persen. Selain itu, indeks pelayanan publik, daya saing daerah, hingga kualitas lingkungan hidup juga ditargetkan mengalami peningkatan signifikan.
Bupati turut memaparkan capaian pembangunan tahun sebelumnya, seperti penurunan angka kemiskinan menjadi 7,37 persen dan tingkat pengangguran menjadi 5,53 persen pada 2025. Program perlindungan tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan dengan 89.866 pekerja telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong aparatur sipil negara untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kinerja dan kualitas layanan publik. Menurutnya, inovasi berbasis aplikasi menjadi salah satu kunci percepatan pelayanan pemerintahan.
Sementara itu, perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Staf Ahli Achmad Fadly menekankan bahwa tahun 2027 merupakan fase penting dalam pelaksanaan RPJMD provinsi. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta penguatan ketahanan wilayah.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan pembangunan disusun secara adil dan merata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke wilayah pedesaan dan daerah rawan bencana.
Dari sisi legislatif, Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Saptono menilai Musrenbang sebagai forum strategis yang harus mampu menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Kegiatan Musrenbang tersebut dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Bupati dan dihadiri unsur Forkopimda, OPD, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan, penghargaan CSR, serta menandatangani komitmen kolaborasi pembangunan.
Melalui forum ini, diharapkan rumusan kebijakan pembangunan 2027 dapat tersusun secara terarah, terpadu, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu secara berkelanjutan.(AS)












