WaroengBerita.com – Tebing Tinggi | Sebanyak 190 atlet taekwondo dari tiga kabupaten/kota di Sumatera Utara mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup di Kota Tebing Tinggi, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut digelar berdasarkan mandat resmi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara melalui Surat Tugas Nomor 02/ST/Pengprov TI/SU/IX/2026.
Ujian berlangsung di Gedung Olahraga Marhalim, Jalan Thamrin, Kelurahan Mandailing, Kecamatan Tebing Tinggi. Ratusan peserta mengikuti setiap tahapan ujian dengan disiplin dan antusias.
Kontingen terbesar berasal dari Pengkot Taekwondo Indonesia Tebing Tinggi dengan 124 peserta. Berikutnya Pengkab Serdang Bedagai mengirimkan 43 peserta, sementara Pengkab Batu Bara sebanyak 23 peserta.
Pengujian dipimpin Riza Aulia Hasan Miraza, penguji utama pemegang sabuk hitam Dan 5 Kukkiwon. Ia didampingi lima penguji bersertifikat Kukkiwon, lembaga sertifikasi taekwondo yang berbasis di Korea Selatan.
Sementara itu, Irwan Afandi ditugaskan sebagai pemantau resmi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara untuk memastikan pelaksanaan UKT berjalan sesuai standar dan ketentuan organisasi.
Bukan Sekadar Naik Sabuk
Saat membuka ujian, Riza menegaskan bahwa UKT tidak semata-mata menguji kemampuan atlet untuk memperoleh tingkatan sabuk yang lebih tinggi. Lebih dari itu, ujian merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan penguasaan teknik.
“Standar Kukkiwon tidak bisa ditawar. Setiap gerakan harus tepat, setiap sikap harus mencerminkan jiwa taekwondo: sopan santun, integritas, ketekunan, pengendalian diri, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Menurut dia, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan sikap dan karakter seorang taekwondoin. Karena itu, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan ketepatan gerakan, tetapi juga kedisiplinan dan sikap selama mengikuti ujian.
Pemantau Pengurus Provinsi, Irwan Afandi, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses penilaian.
“Data peserta yang dinyatakan lulus akan diserahkan paling lambat satu minggu setelah pelaksanaan. Demikian pula laporan hasil pemantauan akan kami sampaikan tepat waktu sesuai ketentuan surat tugas,” katanya.
Antusiasme Atlet dan Orang Tua
Suasana ujian berlangsung semarak. Ratusan atlet mengenakan dobok putih dan berbaris mengikuti instruksi para penguji.
Dari tribun, orang tua dan pelatih memberikan dukungan kepada para atlet. Mereka tetap menjaga ketertiban agar tidak mengganggu konsentrasi peserta maupun jalannya proses pengujian.
Pelaksanaan UKT ini sekaligus memperlihatkan geliat pembinaan taekwondo di sejumlah daerah Sumatera Utara. Dengan penerapan standar penilaian Kukkiwon, kualitas pembinaan di tingkat daerah diharapkan terus berkembang dan memiliki tolok ukur yang selaras dengan standar nasional maupun internasional.
Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara menyatakan tingkat kehadiran dan kesiapan peserta pada UKT kali ini menunjukkan perkembangan positif dibanding periode sebelumnya.
Hasil kelulusan resmi dijadwalkan diumumkan paling lambat pada pekan berjalan. Selanjutnya, hasil tersebut akan diserahkan kepada masing-masing pengurus kota dan kabupaten untuk ditindaklanjuti dengan penerbitan sertifikat serta sabuk baru bagi peserta yang dinyatakan lulus.(RM)












