WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Menghadapi potensi banjir pada penghujung tahun, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., turun langsung meninjau sejumlah kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi drainase dan aliran sungai sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.
Peninjauan berlangsung pada Kamis (5/11/2026), dengan menyasar sejumlah lokasi, yakni Siringoringo, Baldes, dan Aek Tapa. Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Asisten II, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD, Camat Rantau Utara, Camat Rantau Selatan, serta Kepala UPTD Pengairan Tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Ir. Indra Sakti Harahap, S.T., M.Si.
Maya menegaskan, penanganan persoalan banjir tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi teknis di setiap lokasi.
Sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian akan diupayakan mendapat penanganan melalui normalisasi saluran drainase maupun aliran sungai. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan serta banjir yang selama ini dikeluhkan warga.
Bupati juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang parit dan aliran sungai agar bersikap kooperatif serta mendukung proses normalisasi. Dukungan warga dinilai penting agar pekerjaan penanganan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
“Penanganan banjir membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan persoalan banjir tahunan di Kabupaten Labuhanbatu dapat ditangani secara bertahap,” ujar Maya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi potensi banjir. Namun, efektivitasnya ke depan tentu akan ditentukan oleh tindak lanjut nyata, mulai dari pelaksanaan normalisasi hingga pemeliharaan saluran air secara berkelanjutan.(AS)












