Meski capaian tersebut menjadi salah satu indikator pemenuhan standar pengelolaan perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Dairi mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, terutama menyangkut keterbatasan anggaran pemeliharaan gedung dan sumber daya manusia (SDM).
Visitasi yang berlangsung di kompleks Taman Rekreasi Sidikalang itu dipimpin Asisten Akreditasi Perpustakaan, Dra. Mariana Ginting, bersama dua anggota tim, Husnul Khotimah dan Alfi Noor Afridyan. Kedatangan mereka disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Charles Bantjin dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Abdimar Tamba beserta jajaran.
Dalam proses penilaian, tim asesor melakukan pemeriksaan terhadap enam komponen utama, meliputi koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, serta komponen pendukung seperti anggaran, kerja sama, dan pemeliharaan koleksi.
Sekda Dairi Charles Bantjin mengatakan, kegiatan akreditasi tidak semestinya dipandang sebatas pemenuhan administrasi untuk memperoleh predikat tertentu. Lebih dari itu, hasil penilaian harus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan perpustakaan saat ini semakin kompleks. Selain memenuhi standar kelembagaan, pemerintah daerah juga dituntut mampu membangun kembali minat baca masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dairi, Abdimar Tamba, secara terbuka mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi instansinya. Salah satunya belum tersedianya anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung perpustakaan.
Persoalan lainnya adalah keterbatasan jumlah pegawai. Berkurangnya tenaga pengelola dari tahun ke tahun membuat pegawai yang tersedia harus menangani sejumlah pekerjaan sekaligus. Kondisi tersebut berdampak terhadap kecepatan dan optimalisasi pelayanan perpustakaan.
Abdimar menyebutkan, predikat akreditasi Baik yang diperoleh Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe tetap harus diikuti dengan pembenahan berkelanjutan, khususnya terhadap berbagai catatan yang disampaikan tim asesor.
Pemkab Dairi berharap hasil akreditasi tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan informasi dan literasi.
Dengan demikian, keberhasilan perpustakaan daerah tidak hanya diukur dari predikat akreditasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai, tenaga pengelola yang cukup, serta pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (RS)












