WaroengBerita.com – Medan | Aliansi Wartawan Anti Korupsi Indonesia (AWAKI) menyoroti proyek pembangunan Jembatan Sitapigagan yang berada di Kabupaten Samosir pada tahun 2025 ini.
Pasalnya, Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom telah melaksanakan groundbreaking untuk pembangunan Jembatan Sitapigagan yang menghubungkan desa Bonandolok dan desa Hasinggaan dengan anggaran Rp 3.000.000.000 di tahun 2024 lalu.
AWAKI menelusuri bahwa di tahun 2025, melalui rencana umum pengadaan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Samosir ada paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan senilai Rp 1.450.000.000 dengan metode pemilihan tender.
Ketua AWAKI, Bartlomeus menyampaikan bahwa dari jadwal pelaksanaan kontrak yang telah direncanakan oleh Dinas PUTR Samosir untuk lanjutan pembangunan jembatan Sitapigagan dimulai bulan Agustus 2025 dan berakhir Desember 2025.
“Ini mekanisme tender, tapi dilihat di SPSE Kabupaten Samosir, tak nampak nama paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan, kenapa yah ? Saya yakin ini bakal telat atau tidak sama sekali di tahun 2025 ini,” jelasnya, Senin (24/8/2025).
Selain itu, terpisah, Ketua PD AWAKI Dairi/Pakpak Bharat/Samosir, Bernad Sihotang,SH menyampaikan juga bahwa di lokasi itu hanya ada 2 buah abutmen sementara dalam transaksi e-katalog atas paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan Kecamatan Sianjur Mulamula ada 4 jenis paket turunan dengan nilai total Rp 3.000.000.000.
“Kami melihat ada 4 kode paket turunan dalam paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan Kecamatan Sianjur Mulamula dimana nama penyedia CV. Hottis Jaya Persada, sementara yang ada di lokasi 2 buah abutmen eksisting yang sudah terpasang (2008),” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Samosir, Rudimanto Limbong menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan senilai Rp 1.450.000.000 masih belum dilaksanakan.
“Belum ada pemenangnya karena belum ada uangnya , nanti di P-APBD,” jelasnya kepada media, Senin (25/8/2025).
Selain itu, Rudimanto menambahkan bahwa soal perencanaan konstruksi jembatan ini tidak berdiri sendiri, kemarin Kementerian PUTR setelah verifikasi perencanaan paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan terdapat kekurangan biaya dari nilai sebelumnya Rp 1.400.000.000 dan perlu penambahan kekurangan biaya untuk pembangunan jembatan tersebut.
Namun Rudimanto masih enggan membeberkan nilai penambahan atas paket Lanjutan Pembangunan Jembatan Sitapigagan karena mesti diajukan di rapat paripurna nanti. (*)











