BPTCUGG dan Pemkab Samosir Bahas Sinkronisasi Program Pasca Revalidasi Geopark Kaldera Toba

FGD digelar untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kelestarian dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Kaldera Toba.

WB – Samosir | Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGG) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pasca Revalidasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan di Kabupaten Samosir”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (8/8/2025), dan dibuka langsung oleh General Manager BPTCUGG, Dr. Azizul Kholis, dengan menghadirkan narasumber Direktur Pusat Studi Geopark Indonesia, Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang.

Dalam sambutannya, Dr. Azizul Kholis menyampaikan bahwa kegiatan revalidasi menjadi titik awal pembenahan pengelolaan kawasan Geopark Kaldera Toba agar lebih terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, diperlukan harmonisasi program lintas sektor, terutama dalam bidang pendidikan, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaat keberadaan geopark dapat dirasakan secara nyata.

“Revalidasi ini bukan akhir, melainkan langkah awal. Kita perlu memperkuat sinergi antarinstansi dan melahirkan regulasi yang mendukung pelestarian warisan geologi Geopark Kaldera Toba,” ujar Azizul.

Sementara itu, Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hotraja Sitanggang, menegaskan pentingnya kesinambungan dalam pengelolaan Geopark Kaldera Toba, tidak hanya saat masa revalidasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga kelestarian alam dan budaya di kawasan Danau Toba.

Hotraja menilai, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder menjadi kunci keberhasilan pelestarian geopark. Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini di sekolah untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk melalui kerja sama Dinas Pendidikan dengan penerbit buku dalam memuat materi tentang Geopark Toba.

“Perlu juga dibuat forum pembahasan khusus tentang Geopark dalam Musrenbang agar program yang disusun selaras dengan harapan masyarakat,” tambahnya.

Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang dalam pemaparannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa Geopark Kaldera Toba merupakan warisan dunia yang wajib dijaga bersama, bukan hanya untuk kepentingan wisata, tetapi juga untuk keberlanjutan hidup manusia.

“Kita harus hidup berdampingan dengan alam. Libatkan semua pihak, termasuk lembaga keagamaan, untuk mengedukasi masyarakat menjaga kebersihan dan mencegah praktik seperti pembakaran lahan atau penebangan liar,” kata Wilmar. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif melakukan aksi nyata seperti gerakan menanam pohon sebagai bentuk kontribusi menjaga Geopark.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kadis Kopnakerindag Rista Sitanggang, Praeses HKBP Distrik VII Samosir Rintalori Sianturi, para manajer geosite di kawasan Samosir, GM Hotel Labersa, camat, kepala sekolah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

FGD ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga warisan alam dan budaya Geopark Kaldera Toba sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba.(Bernad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *