HUT Ke-12 Tugu Raja Simanihuruk, Bupati dan Wabup Samosir Ajak Pomparan Lestarikan Budaya dan Eratkan Persaudaraan

Perayaan tiga hari di Bona Pasogit perkuat identitas Batak dan dorong ekonomi masyarakat lokal.

WaroengBerita.com – Samosir |Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Tugu Raja Simanihuruk yang digelar di Komplek Tugu Raja Simanihuruk-Harapohan, Kecamatan Pangururan, Rabu (26/6/2025). Acara ini berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juni 2025, mengusung tema “Hendaklah Kasih Persaudaraan Tetap Ada Diantara Kamu” (Ibrani 13:1).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, para pimpinan OPD, Ketua Manihuruk se-Indonesia Sahala Manihuruk, Ketua Panitia Judin Manihuruk, serta para pengurus dan pomparan (keturunan) Raja Simanihuruk dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pomparan yang telah menjaga warisan budaya Batak melalui kegiatan tahunan ini. Ia menilai, perayaan HUT Tugu Raja Simanihuruk bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Batak di tanah leluhur Samosir.

“Terima kasih kepada seluruh pomparan yang terus menjunjung tinggi nilai budaya Batak di Bona Pasogit. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Samosir adalah pusat peradaban Batak yang kaya akan sejarah dan nilai kebersamaan. Mari kita terus jaga dan lestarikan budaya ini,” ujar Vandiko.

Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan seperti pesta tugu berperan penting dalam mendukung ekonomi lokal. Selama perayaan berlangsung, terjadi peningkatan aktivitas perdagangan dan pariwisata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Vandiko menyampaikan dukungan terhadap aspirasi pomparan Raja Simanihuruk untuk penamaan jalan atas nama Jenderal AE. Manihuruk sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya bagi bangsa serta kampung halamannya. “Kami sudah membentuk tim untuk mengkaji usulan tersebut agar sesuai dengan aturan dan tata ruang daerah,” ungkapnya.

Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dalam kesempatan itu memimpin hening cipta untuk mengenang almarhum Erikson Parulian Simanihuruk, Ketua Panitia HUT ke-12, yang wafat beberapa hari sebelum acara. Ariston menyampaikan penghormatan atas dedikasi almarhum dan menegaskan bahwa tugu menjadi simbol pemersatu bagi seluruh keturunan Raja Simanihuruk di Indonesia dan dunia.

“Tugu ini adalah lambang persaudaraan yang mempertemukan seluruh pomparan tanpa batas. Semoga perayaan ini mempererat rasa persaudaraan, menumbuhkan kebanggaan, dan memperkuat semangat gotong royong,” ujar Ariston.

Sementara itu, Ketua Umum Simanihuruk se-Indonesia Sahala Manihuruk mengapresiasi kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Samosir bersama jajaran pemerintah daerah. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya dan pembangunan infrastruktur di kawasan tugu terus ditingkatkan.

“Terima kasih atas dukungan nyata dari pemerintah Kabupaten Samosir. Kami bangga atas kehadiran Bupati dan Wabup di tengah-tengah pomparan sebagai bukti komitmen terhadap pelestarian budaya dan persaudaraan,” kata Sahala.

Perayaan HUT ke-12 Tugu Raja Simanihuruk tidak hanya menjadi momentum memperkuat jalinan kekeluargaan, tetapi juga menegaskan peran masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya dan memperkokoh identitas Batak di tanah kelahirannya.(Bernad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *