Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan Gambut di Kerumutan, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Puluhan personel gabungan dikerahkan; cuaca panas, angin kencang dan minim sumber air menjadi kendala pemadaman.

WaroengBerita.com – Pelalawan | Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dua titik kebakaran yang berada di lahan gambut milik masyarakat diperkirakan menghanguskan area seluas sekitar 5 hektare.

Polsek Kerumutan bersama personel Polres Pelalawan, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, KTPA dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Dua lokasi yang terbakar masing-masing berada di Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan, dan Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi.

Di Lingkungan Air Kuning, kebakaran melanda lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dengan luas sekitar 2,5 hektare. Lahan tersebut diketahui merupakan milik masyarakat.

Sementara itu, titik kedua berada di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi. Kebakaran terjadi pada lahan gambut yang ditanami kelapa sawit berusia sekitar 20 tahun. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Dengan demikian, total luas lahan yang terdampak kebakaran di dua lokasi tersebut diperkirakan sekitar 5 hektare.

Untuk mengendalikan api, sebanyak 25 personel Polri gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Polsek Kerumutan, Polsek Pangkalan Kuras, Polsek Pangkalan Lesung dan Polsek Ukui.

Selain personel kepolisian, operasi pemadaman juga melibatkan 30 anggota RPK PT GH, 21 anggota RPK PT SLS, empat anggota RPK PT Arara Abadi, lima personel KTPA serta 10 warga masyarakat.

Tim menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman. Sedikitnya 12 unit Ministrike dan satu unit mesin besar Motoyama digunakan di lokasi. Dua unit excavator milik PT GH juga dikerahkan untuk membuat sekat bakar di sekitar area yang terbakar.

Upaya pemadaman dilakukan dengan menyasar titik api secara langsung. Setelah api berhasil ditekan, petugas melakukan pendinginan guna mencegah bara kembali menyala. Tim juga membuat sekat bakar untuk membatasi kemungkinan meluasnya kebakaran.

Namun, kondisi di lapangan tidak mudah. Cuaca yang panas disertai hembusan angin kencang membuat proses pemadaman semakin berat. Tim juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah titik api masih menyala dan menghasilkan kepulan asap tebal. Tim gabungan terus melakukan upaya pengendalian untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran tersebut.

“Kami mengapresiasi kekompakan seluruh unsur RPK perusahaan, KTPA dan masyarakat yang bersama-sama turun ke lapangan. Kondisi lahan gambut memang sulit dipadamkan, apalagi ditambah cuaca panas,” ujar Budi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kebakaran di lahan gambut memiliki risiko penyebaran yang luas dan membutuhkan penanganan ekstra.

“Kami terus mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat luas,” katanya.

Polres Pelalawan menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi sebagai langkah pencegahan Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sinergi antara kepolisian, perusahaan, KTPA dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mempercepat penanganan ketika titik api ditemukan.

Upaya pencegahan juga diharapkan terus diperkuat mengingat kondisi lahan gambut yang relatif sulit ditangani ketika terbakar. Kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan api dalam membuka lahan menjadi bagian penting dalam menekan potensi Karhutla di Kabupaten Pelalawan.(MMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *