WaroengBerita.com – Labuhanbatu |Sebagai bagian dari komitmen Polri dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini, Polres Labuhanbatu melalui Unit Lantas Polsek Kualuh Hulu menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Polantas Menyapa” di TK IT Al-Muzammil Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (8/10/2025).
Program ini merupakan bagian dari Polisi Sahabat Anak (Polsana) yang digagas oleh Korlantas Polri, dengan tujuan menanamkan nilai disiplin dan keselamatan di jalan raya sejak anak-anak masih di bangku taman kanak-kanak.
Edukasi Tertib Lalu Lintas dengan Cara Menyenangkan
Dalam suasana penuh tawa dan semangat, para murid TK IT Al-Muzammil diajak belajar mengenal berbagai hal seputar keselamatan di jalan. Mereka diperkenalkan pada rambu-rambu lalu lintas, arti warna lampu merah, kuning, dan hijau, serta cara menyeberang jalan dengan aman di zebra cross.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, SIK melalui Kasat Lantas Iptu M. Rizal dan Plt Kasi Humas Iptu Arwin SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting bagi kepolisian dalam membangun karakter generasi muda yang sadar aturan berlalu lintas.
“Menanamkan disiplin dan keselamatan di jalan harus dimulai dari usia dini. Dengan cara ini, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang tertib dan beretika di jalan raya,” ujar Iptu Rizal.
Polri Dekat dengan Anak Melalui Edukasi Interaktif
Mantan Kanit Regident Polres Simalungun itu menambahkan, program Polantas Menyapa tidak hanya bersifat sosialisasi semata, tetapi juga merupakan pendekatan edukatif yang menyenangkan, agar anak-anak merasa lebih dekat dengan sosok polisi sebagai pelindung dan sahabat masyarakat.
Kegiatan ini diisi dengan beragam permainan edukatif dan simulasi lalu lintas yang membuat anak-anak tampak antusias dan gembira. Para guru dan orang tua murid pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Labuhanbatu yang dinilai efektif dalam mengenalkan pentingnya keselamatan berlalu lintas dengan metode yang ramah anak.
Melalui kegiatan seperti ini, Polres Labuhanbatu berharap dapat membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan, dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, hingga akhirnya tercipta masyarakat yang lebih disiplin, aman, dan peduli terhadap keselamatan di jalan.(AS)












