WaroengBerita.com – Langkat | Keberadaan PT Wika Jaya Mandiri (WJM), perusahaan yang bergerak di bidang produksi berbagai jenis pupuk dan beroperasi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, menjadi perhatian Aliansi Solidaritas Jaga Bangsa (SJG) Sumatera Utara.
Dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Langkat, Aliansi SJG menyoroti sejumlah aspek terkait keberadaan perusahaan, mulai dari legalitas operasional hingga kepatuhan terhadap ketentuan administrasi di bidang ketenagakerjaan.
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, SE, pada Rabu (5/8/2026), tersebut menjadi forum dialog antara unsur masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan. Aspirasi Aliansi SJG disampaikan langsung oleh Koordinator Aliansi SJG Sumatera Utara, Muhammad Hafiz.
Pertemuan turut dihadiri perwakilan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat Binjai, Kepala Desa Suka Makmur, serta perwakilan manajemen PT Wika Jaya Mandiri.
Dalam forum itu, perwakilan Dinas PU dan DLH menjelaskan bahwa perusahaan telah memiliki sejumlah dokumen perizinan yang diperlukan untuk menjalankan aktivitasnya. Di antaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diterbitkan pada 5 Oktober 2022 atas nama Jumari serta dokumen persetujuan lingkungan.
Meski demikian, persoalan administrasi ketenagakerjaan masih menjadi catatan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat, Hendi, menyampaikan bahwa hingga saat audiensi berlangsung, PT Wika Jaya Mandiri belum melaporkan data tenaga kerja kepada instansinya sesuai ketentuan administrasi yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat. PT Wika Jaya Mandiri berkomitmen memenuhi kewajiban pelaporan dan melengkapi administrasi ketenagakerjaan sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Camat Binjai, Andi Pranata Siregar, menilai keberadaan perusahaan telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.
“Keberadaan perusahaan ini mampu membuka lapangan pekerjaan sehingga membantu mengurangi angka pengangguran dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Andi.
Ia menambahkan, hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan selama ini berjalan cukup baik. Menurutnya, respons warga terhadap keberadaan PT Wika Jaya Mandiri juga cenderung positif karena perusahaan dinilai memiliki kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
“Respons masyarakat sekitar juga positif karena perusahaan dinilai memiliki kepedulian sosial dan aktif membantu lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin turut meminta penjelasan mengenai pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Perwakilan PT Wika Jaya Mandiri menjelaskan bahwa program sosial telah disalurkan secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai bentuk bantuan. Di antaranya penyaluran beras setiap bulan, bantuan menjelang Hari Raya Idulfitri, serta dukungan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Langkat.
Perusahaan juga mengaku turut berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan melalui bantuan penimbunan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Selain itu, bantuan kepada rumah ibadah disebut rutin diberikan melalui program Jumat Berkah.
Ketua DPRD Langkat mengapresiasi kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan upaya penyerapan tenaga kerja di wilayah Kecamatan Binjai. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan program sosial maupun aktivitas perusahaan dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Koordinasi tersebut dinilai penting untuk membangun sinergi yang lebih baik antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus memastikan setiap program dapat berjalan secara terarah serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Menutup audiensi, Aliansi Solidaritas Jaga Bangsa Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada PT Wika Jaya Mandiri yang telah memenuhi undangan dan memberikan penjelasan secara terbuka terkait berbagai persoalan yang disampaikan.
Aliansi juga mengapresiasi Ketua DPRD Langkat atas fasilitasi ruang dialog yang memungkinkan seluruh pihak menyampaikan pandangan, memberikan klarifikasi, serta membahas persoalan secara langsung.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan administrasi perusahaan, dan membangun komunikasi yang lebih konstruktif antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat di Kabupaten Langkat.(Barto)












