Puluhan Mahasiswa dan Pemuda Labusel Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Sekolah

Aksi damai Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Labusel tuntut Kejaksaan dan Polres turun tangan selidiki dugaan penyalahgunaan dana BOS tahun anggaran 2024

WaroengBerita.com – Labuhanbatu |Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labusel, Selasa (14/10/2025). Massa menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dan penyimpangan pengadaan buku pelajaran Sekolah Dasar tahun anggaran 2024 yang nilainya mencapai hampir Rp991 juta.

Dalam orasinya, Fahri Munthe, selaku koordinator aksi, menegaskan bahwa pihaknya menemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh oknum di lingkungan Dinas Pendidikan. Mereka mendesak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan segera memanggil dan memeriksa Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

Kami meminta Kejari Labusel untuk memeriksa K3S yang disinyalir menyalahgunakan dana BOS dalam pengadaan buku pelajaran SD tahun 2024. Jangan sampai uang rakyat diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Fahri di hadapan peserta aksi.

Selain itu, GEMPA juga menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SD, serta Manajer BOS turut diperiksa, karena diduga ikut berperan dalam keterlambatan dan ketidaksesuaian pembayaran dana pengadaan buku sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.

Tidak hanya berhenti di Dinas Pendidikan, massa juga meminta Polres Labuhanbatu Selatan untuk turun tangan menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut. “Kami berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan sesuai undang-undang, tanpa pandang bulu,” tambah Fahri.

Di tengah aksi, Kepala Seksi R. Fatihah Pohan menemui massa di halaman kantor Dinas Pendidikan dan berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Kepala Dinas Pendidikan Labusel, Julpan Hasibuan. Setelah menyampaikan aspirasi, para demonstran melanjutkan aksi ke Kantor Kejaksaan Negeri Labusel untuk menyerahkan laporan resmi.

Kehadiran massa diterima langsung oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Labusel, Oloan Sinaga, yang menyatakan siap menindaklanjuti laporan sesuai prosedur hukum. “Kami menghargai aspirasi masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan kami pelajari dan tindaklanjuti berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung damai itu dikawal ketat oleh Polres Labuhanbatu Selatan dan mendapat perhatian masyarakat sekitar. Massa berharap Kejaksaan dan Kepolisian benar-benar menindaklanjuti laporan tersebut agar pengelolaan anggaran pendidikan di Labuhanbatu Selatan dapat berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *