Konferwil HIMMAH Sumut Dipersoalkan, Delapan Cabang Layangkan Protes

Dinilai Tak Sesuai AD/ART, Pimpinan Cabang Minta Forum Ulang Digelar Transparan.

WaroengBerita.com – Asahan |Pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-16 Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Hotel Antariksa, Asahan, menuai sorotan. Delapan dari total 14 pimpinan cabang HIMMAH se-Sumatera Utara menyatakan kekecewaan atas jalannya forum yang dinilai tidak berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh perwakilan pimpinan cabang dari Tebing Tinggi, Batubara, Labuhan Batu, Padang Lawas Utara (Paluta), Padang Lawas (Palas), Tapanuli Selatan/Kota Padangsidimpuan, Asahan, serta Sibolga/Tapanuli Tengah. Mereka sebelumnya diundang sebagai peserta resmi konferwil dengan agenda utama pemilihan Ketua HIMMAH Sumut periode selanjutnya.

Salah seorang perwakilan cabang yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa forum persidangan semestinya telah berlangsung sejak malam 10 Februari hingga 11 Februari 2026, dengan tahapan-tahapan sesuai mekanisme organisasi. Namun, menurutnya, proses tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada hari terakhir pelaksanaan konferwil, Pimpinan Pusat HIMMAH RI bersama Sekretaris Jenderal hadir di lokasi kegiatan dan langsung memasuki ruang sidang. Para pimpinan cabang menyebut bahwa mekanisme persidangan yang telah direncanakan sebelumnya ditiadakan, dan forum berujung pada penetapan satu kandidat sebagai ketua tanpa melalui tahapan pemilihan sebagaimana diatur dalam AD/ART.

Kondisi tersebut memicu perdebatan antara sejumlah pimpinan cabang dengan pihak pusat. Meski argumentasi telah disampaikan dalam forum, para cabang menilai aspirasi mereka tidak mendapat tanggapan yang memadai.

“Kami merasa keputusan ini tidak mencerminkan prinsip demokrasi organisasi. Karena itu, kami meminta agar Konferwil HIMMAH Sumut digelar kembali sesuai AD/ART dan tata tertib persidangan yang sah,” ujar perwakilan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pimpinan Pusat HIMMAH RI terkait keberatan yang disampaikan delapan pimpinan cabang tersebut.

Polemik ini pun menjadi perhatian internal organisasi, mengingat konferwil merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah yang menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan.(RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *