WaroengBerita.com – Pelalawan | Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, terus dilakukan secara intensif. Hingga memasuki hari ketujuh, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik yang masih terpantau mengeluarkan api.
Pemantauan kondisi karhutla dilakukan melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning, sementara operasi di lapangan dipimpin Kabag Ren Polres Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan.
Dalam operasi tersebut, fokus penanganan diarahkan ke bagian ujung lahan yang terbakar serta area yang membutuhkan proses pendinginan. Kabag Ren Polres Pelalawan menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk mencegah api kembali meluas.
“Upaya pemadaman kita fokuskan di ujung lahan. Sinergitas semua pihak harus terus kita jaga. Kendala utama saat ini adalah sumber air, sehingga bantuan Water Bombing sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan sementara, lahan yang terbakar didominasi kawasan gambut dengan vegetasi semak belukar serta sebagian tanaman kelapa sawit milik masyarakat. Luasan lahan terdampak diperkirakan telah mencapai ratusan hektare. Namun, angka pasti penambahan luasan masih menunggu pemutakhiran data dari Tim GIS Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama petugas. Kemarau panjang menyebabkan ketersediaan sumber air terbatas. Selain itu, akses menuju sejumlah titik api cukup sulit dilalui, ditambah hembusan angin yang membuat api berpotensi bergerak cepat ke arah utara maupun selatan.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, ratusan personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, tim perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga Desa Terusan.
Berbagai sarana pendukung juga digunakan dalam operasi tersebut. Di antaranya helikopter Water Bombing dari BPBD Provinsi Riau, alat berat perusahaan, mesin mini striker dan selang, pompa induk, mesin Maxtree, mesin Sibahura, serta drone untuk membantu pemantauan kondisi dari udara.
Selain pemadaman secara langsung, petugas melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Tim juga membuat sekat kanal dan embung sebagai bagian dari upaya penyekatan serta pengendalian penyebaran api.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan terus dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci juga telah berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Riau guna meminta dukungan tambahan Water Bombing.
Di tengah proses pemadaman, aparat juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman agar aspek penegakan hukum tetap berjalan apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan konsentrasi utama di kawasan perbatasan Desa Terusan. Jarak lokasi yang cukup jauh dari Polsek Pangkalan Kerinci turut menjadi tantangan dalam mobilisasi personel dan peralatan.
Meski demikian, situasi di lokasi dilaporkan masih aman dan terkendali. Seluruh unsur yang terlibat terus melakukan upaya maksimal agar titik api dapat segera dikuasai dan risiko meluasnya karhutla dapat ditekan.(MMD)












