WaroengBerita.com – Langkat | Upaya memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Langkat. Salah satunya melalui Workshop Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Langkat di kawasan wisata Pamah View, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, sebagai narasumber utama. Workshop diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di sektor pariwisata. Agenda ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar keamanan dan keselamatan dalam pengelolaan destinasi wisata yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Sribana Perangin Angin menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi faktor mendasar dalam membangun kepercayaan wisatawan. Menurutnya, destinasi yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman akan memiliki nilai tambah dibandingkan destinasi lain, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra pariwisata daerah.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau daya tarik objek wisata semata, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam menjamin keselamatan pengunjung selama berada di lokasi wisata. Ketika wisatawan merasa terlindungi dan mendapatkan pelayanan yang baik, peluang mereka untuk kembali berkunjung maupun merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain akan semakin besar.
Sribana juga menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan destinasi wisata yang aman bukan hanya berada di tangan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pengelola destinasi, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar standar keselamatan dapat diterapkan secara konsisten. Menurutnya, sinergi yang baik akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kabupaten Langkat, lanjut Sribana, berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan pembangunan sektor pariwisata berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe, menyampaikan bahwa peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD harus dibarengi dengan perbaikan kualitas infrastruktur dan pelayanan. Menurutnya, akses menuju lokasi wisata, kompetensi sumber daya manusia, serta ketersediaan sarana keselamatan menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
Ia menilai pengelola destinasi wisata perlu terus meningkatkan standar pelayanan, termasuk memastikan keberadaan pemandu wisata yang memiliki sertifikasi kompetensi serta fasilitas keselamatan yang memadai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para pengunjung.
Workshop juga menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Sumatera Utara. Kedua institusi tersebut memberikan materi terkait mitigasi risiko, penanganan keadaan darurat, serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu diterapkan di kawasan wisata.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap para pengelola destinasi wisata semakin memahami pentingnya aspek keamanan dan keselamatan sebagai bagian integral dari pengembangan pariwisata. Dengan penerapan standar yang baik, destinasi wisata di Langkat diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menarik lebih banyak wisatawan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Barto)












