Pemkab Taput Gandeng Lembaga Konservasi, Perkuat Perlindungan Orangutan dan Pembangunan Berkelanjutan

Pemkab Dorong Sinergi Lingkungan, Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis SDGs

Keterangan : Foto bersama.(Ist)

WaroengBerita.com – Taput | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara resmi memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC). Kesepakatan strategis tersebut dilaksanakan di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (8/6/2026), sebagai langkah konkret mengintegrasikan pembangunan daerah dengan pelestarian lingkungan hidup.

Penandatanganan kerja sama dihadiri langsung Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar, serta Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi. Sejumlah pimpinan perangkat daerah dan camat dari wilayah yang menjadi lokasi program turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kesepakatan pertama berfokus pada penguatan daya dukung berbasis kehutanan dan lingkungan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara kerja sama kedua diarahkan pada perlindungan Orangutan Tapanuli beserta habitatnya melalui berbagai program konservasi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama, namun pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana agar tidak merusak ekosistem yang berpotensi menimbulkan bencana lingkungan di masa mendatang.

“Pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi. Lingkungan bukan penghambat pembangunan, tetapi menjadi batas yang harus dijaga agar keberlanjutan tetap terjamin bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Pemkab Tapanuli Utara juga mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat dengan organisasi nonpemerintah dalam menghasilkan inovasi pembangunan berbasis lingkungan. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah pemanfaatan kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai pusat penelitian, konservasi, dan wisata edukatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.

Selain itu, pemerintah daerah berencana memperkuat kampanye edukasi tentang Orangutan Tapanuli sebagai satwa endemik yang menjadi kebanggaan daerah. Edukasi akan diperkenalkan sejak usia dini melalui sekolah, media pembelajaran interaktif, hingga pengembangan suvenir dan ikon daerah yang mengangkat identitas kawasan ekosistem Harangan Tapanuli.

Sebagai bentuk implementasi nyata, program kerja sama ini akan dilaksanakan di sejumlah wilayah strategis, meliputi Kecamatan Simangumban, Pahae Julu, Sipoholon, dan Parmonangan. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap tercipta keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati yang menjadi aset penting daerah.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Tapanuli Utara sebagai salah satu daerah yang berkomitmen menjaga keberlangsungan ekosistem Orangutan Tapanuli, spesies langka yang hanya ditemukan di kawasan Batang Toru dan sekitarnya, sembari tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Brt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *