WaroengBerita.com – Pelalawan |Komitmen pemulihan kawasan hutan di (TNTN) kembali ditegaskan melalui peresmian Reforestasi Tahap I seluas 2.574 hektare di lahan eks perkebunan sawit Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan di wilayah konservasi.
Peresmian tersebut dihadiri Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, bersama , Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Kapolda Riau, Kajati Riau, Danrem 031/WB, serta Bupati Pelalawan H. Zukri dan ratusan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Riau menegaskan bahwa relokasi dan penataan ulang kawasan TNTN dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku dengan prinsip kehati-hatian melalui satuan tugas terkait. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembalian fungsi hutan sebagai kawasan konservasi.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan keanekaragaman hayati di Sumatera. Menurutnya, TNTN memiliki nilai ekologis tinggi yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI menyampaikan bahwa rehabilitasi TNTN merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Strategi yang ditempuh mencakup penegakan hukum dengan pendekatan restorative justice, relokasi masyarakat secara bertahap berbasis verifikasi ketat, serta pembenahan administrasi pertanahan guna memastikan status lahan bebas sengketa.
Secara keseluruhan, target pemulihan ekosistem hingga 2028 diproyeksikan mencapai 66.704 hektare. Untuk tahun 2026, difokuskan pada rehabilitasi 2.574 hektare melalui dukungan APBN, program rehabilitasi daerah aliran sungai, serta skema FOLU Net Sink. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman simbolis di atas lahan 400 hektare yang telah dikembalikan kepada negara, dengan 2.000 bibit pohon jenis kulim, pulai, trembesi, dan mahoni.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan, keterlibatan TNI AD merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam penegakan hukum di kawasan konservasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga pukul 10.10 WIB. Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Polda Riau untuk mengikuti konferensi pers terkait pengungkapan kasus perburuan gajah di kawasan TNTN, sebagai wujud komitmen bersama melindungi satwa dan ekosistem hutan.
Melalui langkah ini, pemulihan TNTN diharapkan berjalan konsisten dan memberi manfaat ekologis serta sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar.(MMD)












