WaroengBerita.com – Medan |Sekretaris Yayasan Konsumen Indonesia (YKI) Sumatera Utara, Hendri Saputra Manalu, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi terkait ketersediaan bahan bakar minyak yang beredar di tengah masyarakat. Ia menilai maraknya kabar yang beredar, terutama di media sosial, berpotensi menimbulkan kepanikan jika tidak disikapi secara bijak oleh konsumen.
Hendri yang juga merupakan akademisi Fakultas Hukum Universitas Amir Hamzah menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar tanpa memastikan sumbernya. Menurutnya, sikap selektif dalam menerima berita sangat penting agar tidak memicu kekhawatiran berlebihan yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri, seperti harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre BBM.
Ia juga mendorong pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik, khususnya terkait isu yang sensitif seperti distribusi dan ketersediaan BBM. Pemerintah, kata dia, perlu memberikan informasi secara cepat, jelas, dan lengkap agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Menjelang tradisi mudik Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan energi, Hendri berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesiapan pasokan BBM di berbagai daerah. Menurutnya, kelancaran distribusi bahan bakar sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
Ia juga menilai bahwa kepanikan publik justru dapat memperburuk situasi di lapangan. Ketika masyarakat bereaksi berlebihan terhadap informasi yang belum tentu benar, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean panjang serta gangguan distribusi.
Karena itu, Hendri mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengutamakan informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait. Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kemungkinan praktik penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan bakar harus menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, diharapkan situasi tetap kondusif dan kebutuhan BBM menjelang Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.(DS)












