WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pakpak Bharat dalam rangka studi kelayakan pengembangan bisnis gambir berskala ekonomis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi daerah melalui percepatan hilirisasi komoditas unggulan gambir. Rombongan Unand dipimpin Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si, dan diterima langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, bersama jajaran pemerintah daerah di Ruang Rapat Garuda, Kantor Bupati Pakpak Bharat.
Muhammad Makky menjelaskan, Pakpak Bharat masuk dalam lokasi prioritas rencana pembangunan pabrik gambir yang didorong Pemerintah Pusat. Menurutnya, kualitas gambir Pakpak Bharat dinilai sangat baik karena proses pengolahan yang masih murni tanpa metode pencampuran, berbeda dengan sejumlah daerah lain. “Petani di sini sangat menjaga mutu produk gambir, ini menjadi nilai tambah yang besar,” ujarnya.
Namun demikian, Makky menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik masih memerlukan pematangan, terutama terkait kesiapan energi, ketersediaan bahan baku, lahan, serta aspek permodalan, sosial, ekonomi, hingga manajemen risiko. Studi kelayakan ini, kata dia, akan menjadi dasar perencanaan menyeluruh, termasuk pengembangan lahan gambir hingga target 10 ribu hektare dan penentuan lokasi pabrik yang paling layak.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyampaikan apresiasi atas dukungan Universitas Andalas. Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia calon lahan pengembangan gambir seluas 5.974 hektare. “Saya berharap seluruh OPD dapat saling mendukung agar program ini berjalan lancar dan tidak gagal,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan bahwa gambir merupakan komoditas unggulan Pakpak Bharat yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan data BPS tahun 2024, luas tanaman gambir mencapai 1.623,5 hektare dengan produksi 3.910 ton. Gambir Pakpak Bharat bahkan telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum RI.
Usai pertemuan, tim Universitas Andalas bersama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik, berdialog dengan petani, serta melihat langsung proses panen dan produksi gambir guna melakukan perhitungan awal potensi ekonomi komoditas tersebut.(SB)












