Wali Kota Rico Waas Rayakan Hari Guru di Almamaternya

Di SMPN 1 Medan, Rico Kenang Peran Guru dalam Perjalanan Hidupnya.

WaroengBerita.com – Medan | Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SMP Negeri 1 Medan berlangsung penuh haru. Meski diselimuti hujan sejak pagi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tetap berdiri kokoh di lapangan sekolah yang dahulu menjadi tempatnya menimba ilmu. Mengenakan busana adat Melayu, Rico hadir sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan mendalam mengenai arti guru dalam hidupnya.

“Hari ini saya pulang ke sekolah saya. Tanpa guru, saya tidak akan berdiri di sini,” ucapnya dengan suara bergetar di hadapan para siswa dan guru. Rico mengakui bahwa para pendidiklah yang membentuk jati dirinya sebagai anak Medan yang tumbuh dan belajar di kota ini.

Momen tersebut tak hanya menjadi penghormatan resmi, tetapi juga napak tilas personal terhadap perjalanan masa kecilnya.

Upacara turut dihadiri Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz Rambe, serta Kepala SMPN 1 Medan Hj. Rohanim.

Dihadapan para pejabat daerah, Rico menegaskan bahwa dedikasi guru akan selalu melampaui waktu, karena mereka menjaga marwah pendidikan dan menuntun generasi bangsa.

“Terima kasih tak terhingga kepada para guru. Semangat mereka adalah cinta yang luar biasa bagi Indonesia,” ungkapnya. Setelah upacara, Rico menyalami satu per satu guru yang hadir. Senyum bangga terlihat jelas di wajah para pendidik meski hujan belum reda.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Pemerintah, kata Rico, berkomitmen memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa RPL sebesar tiga juta rupiah per semester bagi 12.500 guru, pelatihan Pendidikan Profesi Guru, pelatihan kepemimpinan sekolah, hingga peningkatan kompetensi teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial.

Untuk kesejahteraan, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi guru non-ASN sebesar dua juta rupiah per bulan serta satu kali gaji pokok bagi ASN. Guru honorer menerima insentif 300 ribu rupiah per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Kuota beasiswa direncanakan meningkat hingga 150.000 penerima serta kenaikan insentif pada 2026.

Abdul Mu’ti menekankan tantangan besar profesi guru di era digital. Pemerintah memperkuat perlindungan hukum melalui kerja sama dengan Polri, termasuk mekanisme penyelesaian damai atas konflik terkait tugas pendidikan. Guru, tegasnya, adalah agen peradaban yang membentuk karakter generasi bangsa.

“Guru hebat, Indonesia kuat,” pungkasnya, menutup amanat yang menggema di lapangan tempat Wali Kota berdiri, tidak lagi sebagai murid, namun sebagai pemimpin yang kembali menghormati para pendidiknya.(Brt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *