WaroengBerita.com – Tebing Tinggi |Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebing Tinggi, Ghazali Rahman, membantah kabar yang menyebut dirinya dan sejumlah pejabat di lingkungan Kominfo terjaring operasi tangkap tangan oleh penyidik Polda Sumatera Utara. Ia menegaskan kehadirannya di Polda Sumut semata-mata untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait tugas dan fungsi dinas terhadap penyedia layanan atau provider.
“Kami diundang oleh pihak Polda Sumut untuk klarifikasi terkait tugas fungsi terhadap provider,” ujar Ghazali kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (16/05/2026) sore. Ia juga menepis informasi yang menyebut adanya OTT terhadap dirinya dan jajarannya sebagai tidak benar.
Ghazali menjelaskan, dirinya datang ke Polda Sumut pada Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan kendaraan pribadi dan menjalani proses klarifikasi hingga pukul 21.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh Kepala Bidang Aptika Dedi Sahputra dan Bendahara Krisna Manta Panca. Ketiganya memberikan keterangan terkait tugas dan mekanisme pembayaran kepada pihak provider.
Ia menambahkan, selama proses klarifikasi berlangsung, dirinya hanya berinteraksi dengan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. Ghazali juga menegaskan tidak ada pertemuan dengan pihak swasta sebagaimana diberitakan dalam sejumlah informasi yang beredar.
“Saat memenuhi panggilan penyidik, saya tidak ada bertemu dengan siapapun seperti yang diberitakan. Itu tidak benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ghazali berharap agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia mengimbau media dan publik untuk tidak menyebarluaskan kabar yang belum jelas kebenarannya. Pihaknya, kata dia, tetap terbuka dan siap bekerja sama dengan kepolisian maupun insan pers dalam meluruskan informasi yang berkembang.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT terhadap empat orang, termasuk pejabat Kominfo Tebing Tinggi dan seorang dari pihak swasta. Informasi tersebut menyebutkan bahwa keempatnya diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, klarifikasi dari pihak Kominfo membantah adanya operasi tangkap tangan tersebut.(RM)












