Pelajar Pakpak Bharat Ikuti Bootcamp Matematika Nasional di Jakarta

Siswa SMP asal STTU Julu Diasah melalui Program Brain Factory–Gasing Intensif.

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat |Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dengan memberangkatkan salah satu pelajar terbaiknya untuk mengikuti program pelatihan nasional di Jakarta.

Sahpen Dericho Berutu, siswa SMP Negeri 1 Sitellu Tali Urang Julu (STTU Julu), terpilih mengikuti program Bootcamp Brain Factory–Gasing Intensif yang diselenggarakan oleh Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Program tersebut merupakan pelatihan khusus bagi pelajar berbakat di bidang matematika melalui pendekatan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).

Kepala SMP Negeri 1 STTU Julu, Dra. Anna Florida Rosmauli Tumanggor, MM, menyampaikan bahwa Sahpen telah berangkat sekitar dua minggu lalu dan kini tengah menjalani proses pembinaan intensif di Jakarta. Ia berharap dukungan doa masyarakat agar peserta didiknya dapat mengikuti program dengan baik serta meraih prestasi membanggakan.

Sahpen dikenal sebagai siswa yang memiliki kemampuan menonjol dalam matematika. Bakatnya berkembang melalui pelatihan yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Gasing Academy binaan Prof. Johannes Surya, tokoh pendidikan yang dikenal sebagai penggagas metode pembelajaran Gasing di Indonesia.

Sejumlah capaian akademik telah berhasil diraih Sahpen. Ia memperoleh Bronze Medal pada kompetisi coding SATRIA (Smart AI and Tech Competition for A Rising Indonesia), meraih predikat CREDIT pada Junior Level Australian Mathematics Competition 2025, serta masuk dalam kategori Top 60 persen tingkat regional Indonesia. Prestasi terbarunya adalah juara pertama bidang matematika pada ajang Salak Science Olympiad 2026 yang digelar Pusat Olimpiade Sains Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, ST, M.Si, menyebut Sahpen sebagai siswa yang dipersiapkan untuk menjadi juara melalui pembinaan berkelanjutan dan program pendidikan berbasis talenta.

Sahpen merupakan anak ketujuh dari pasangan Derianto Berutu dan Nurlia Bancin. Meski dikenal pendiam dan sederhana, kemampuan analisis matematikanya dinilai luar biasa. Ia pun bercita-cita menjadi ahli matematika di masa depan dan membawa nama daerahnya ke tingkat yang lebih tinggi.(SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *