Pemkab Dairi Gunakan TKD Kebencanaan untuk Pemeliharaan Jalan Tigalingga

Ruas Kedeberek–Sarintonu–Lau Pangguh Diperbaiki guna Menjaga Mobilitas Warga dan Distribusi Hasil Pertanian.

Keterangan : Pemeliharaan jalan.(Ist)

WaroengBerita.com – Dairi | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terus melakukan penguatan infrastruktur jalan untuk menjaga konektivitas masyarakat di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah pemeliharaan ruas Jalan JRS Kedeberek–Sarintonu–Lau Pangguh Link 060, Kecamatan Tigalingga. Penanganan infrastruktur tersebut memanfaatkan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk kebutuhan kebencanaan.

Pemanfaatan anggaran itu diarahkan untuk menangani infrastruktur yang memerlukan perhatian sekaligus mempertahankan akses transportasi masyarakat. Keberadaan jalan yang memadai dinilai penting dalam menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta kegiatan sosial dan ekonomi di wilayah setempat.

Ruas jalan Kedeberek–Sarintonu–Lau Pangguh memiliki fungsi strategis bagi masyarakat Tigalingga. Selain mendukung kelancaran perjalanan, kondisi jalan yang baik juga berkaitan dengan aspek keselamatan pengguna dan kesinambungan aktivitas perekonomian masyarakat.

Penggunaan TKD untuk penanganan infrastruktur kebencanaan menjadi bagian dari strategi Pemkab Dairi dalam mengoptimalkan sumber pembiayaan yang tersedia. Kondisi geografis Dairi yang memiliki sejumlah kawasan rawan bencana membuat pemeliharaan jalan dan penguatan infrastruktur menjadi kebutuhan penting.

Melalui pekerjaan tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga akses antarwilayah serta mendukung aktivitas masyarakat secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Penanganan jalan juga diharapkan dapat mengurangi risiko terganggunya konektivitas akibat kondisi geografis dan potensi bencana.

Sebelumnya, Pemkab Dairi telah memanfaatkan skema pendanaan serupa untuk menangani sejumlah infrastruktur, termasuk penguatan badan jalan dan pengendalian potensi longsor di beberapa titik.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Dairi tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat mitigasi bencana dan menjaga keberlanjutan konektivitas masyarakat. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *