TAPANULI UTARA, waroengberita.com — Upaya memperluas jangkauan promosi pariwisata dan produk ekonomi kreatif di Kabupaten Tapanuli Utara mulai diarahkan semakin kuat ke ruang digital. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong pelaku wisata dan UMKM memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Media Sosial” yang berlangsung di Gedung Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (17/9/2026).
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., hadir bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat. Kegiatan tersebut diikuti pegiat pariwisata serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Tapanuli Utara.
Dalam forum itu, Pemkab Taput menilai perkembangan media digital membuka ruang yang lebih luas bagi daerah untuk memperkenalkan destinasi sekaligus memasarkan produk masyarakat.
“Saat ini hampir seluruh aktivitas masyarakat terhubung dengan media digital. Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk mempromosikan karya, produk UMKM, dan potensi wisata daerah melalui media sosial,” ujar Wakil Bupati.
Deni juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, komunitas pariwisata dan masyarakat membangun kerja sama dalam memperkenalkan sejumlah destinasi yang menjadi bagian dari potensi wisata Tapanuli Utara.
Beberapa lokasi yang disebut antara lain Salib Kasih, Wisata Air Soda, Permandian Air Panas, Huta Ginjang, dan Pulau Sibandang.
Menurut dia, penguatan promosi melalui media sosial diharapkan tidak berhenti pada pengenalan destinasi. Kanal digital juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen di luar daerah.
Kegiatan tersebut merupakan program yang diinisiasi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, Ir. Lamhot Sinaga, bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Hadir pula Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Pariwisata RI Natalia Dhian Karismasari dan narasumber Binsar Simatupang.
Lamhot Sinaga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan potensi Tapanuli Utara, termasuk sektor pariwisata, pertanian dan ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak agar potensi daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal.
Dukungan terhadap pelaku usaha juga ditandai dengan penyerahan bantuan peralatan UMKM dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan tersebut bernilai Rp500 juta dan diserahkan kepada Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara. Peralatan itu ditujukan untuk mendukung aktivitas UMKM, terutama kalangan perajin dan penenun lokal.
Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan daya saing produk lokal.
Penguatan promosi digital dan dukungan terhadap sarana usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi pariwisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan promosi yang lebih luas, Pemkab Tapanuli Utara berharap destinasi wisata dan produk UMKM lokal semakin dikenal.
Pemanfaatan media sosial sendiri menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam penguatan promosi pariwisata karena memungkinkan informasi mengenai destinasi, produk, serta pengalaman wisata menjangkau calon wisatawan secara lebih luas. Program promosi branding Wonderful Indonesia melalui media sosial juga telah diterapkan Kementerian Pariwisata di sejumlah daerah pada 2026.












