WaroengBerita.com – Labuhanbatu |Rasa kesal warga Lingkungan Padang Matinggi, Jalan Cemara Gang Ummi Fauziah, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, akhirnya memuncak setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan jalan yang tak kunjung dilakukan pemerintah. Warga pun berinisiatif memperbaiki jalan rusak sepanjang 80 meter dengan dana patungan.
Salah seorang warga berinisial IW (50) mengatakan bahwa seluruh biaya perbaikan berasal dari hasil urunan masyarakat sekitar. “Kalau tidak kami perbaiki sendiri, sampai kapanpun tidak akan ada yang peduli. Jalan ini sudah rusak terlalu lama,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).
Menurut IW, jalan di gang tersebut sudah lama rusak parah hingga menyerupai kubangan kerbau saat hujan turun. Kondisi itu membuat pengendara, terutama pengguna sepeda motor, kerap terjatuh akibat terperosok ke lubang di tengah jalan.
Sementara itu, NM (35), warga lainnya, menyebutkan bahwa kerusakan jalan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2009. Ia mengingat, terakhir kali perbaikan dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Pangonal Harahap, namun sejak 2017 hingga kini tidak pernah lagi ada tindakan lanjutan.
“Kalau mobil masih bisa lewat, tapi motor harus ekstra hati-hati. Jalannya becek dan berlubang karena lama tidak diperbaiki, apalagi musim hujan membuat kondisinya semakin parah,” tutur NM dengan nada kecewa.
NM menambahkan, warga sudah berulang kali mengusulkan agar jalan di gang Ummi Fauziah masuk dalam program perbaikan infrastruktur daerah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari pihak terkait.
“Yang bikin kami heran, jalan ini sebenarnya tidak jauh dari rumah dinas Bupati Labuhanbatu, jaraknya paling sekitar 300 meter. Tapi tetap saja tidak tersentuh perbaikan,” ujarnya dengan kesal.
Kendati demikian, semangat gotong royong warga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Meski dengan sumber daya terbatas, mereka berupaya menciptakan akses jalan yang lebih layak demi kenyamanan bersama.
Langkah warga ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap keluhan masyarakat, terutama terkait infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.(AS)












