WaroengBerita.com – Tebing Tinggi |Gelombang aspirasi kembali menggema di Kota Tebing Tinggi. Senin (1/9/2025), ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Cipayung Plus, Forum Komunitas Anak Tebing Tinggi (FOKATT), serta Komunitas Ojek Online (Ojol) turun ke jalan menggelar aksi damai.
Aksi dimulai dari Mapolres Tebing Tinggi dengan orasi singkat dan tabur bunga, sebagai simbol duka atas berbagai kasus hukum yang dinilai tak kunjung tuntas. Selanjutnya, massa bergerak menuju Gedung DPRD Kota Tebing Tinggi untuk menyerahkan sejumlah tuntutan.
Dalam pernyataannya, gabungan organisasi mahasiswa—antara lain GMNI, PMII, IMM, dan HIMMAH—bersama FOKATT dan Komunitas Ojol, menekankan empat poin utama. Pertama, menolak tunjangan mewah bagi anggota DPR RI yang dinilai tak mencerminkan kondisi ekonomi rakyat. Kedua, mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset guna memperkuat pemberantasan korupsi. Ketiga, mendesak reformasi menyeluruh di tubuh Polri agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Keempat, meminta pengusutan tuntas kasus kematian Affandi Kurniawan, sebagai ujian nyata penegakan hukum yang berkeadilan.
Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi, Sakti Khaddafi Nasution, menerima aspirasi tersebut secara langsung. Ia mengaku sepakat dengan semangat yang dibawa mahasiswa dan berjanji akan menyampaikan tuntutan ini kepada pemerintah pusat. “Kami akan menyalurkan aspirasi ini secara tertulis, dan perwakilan mahasiswa akan kami libatkan dalam prosesnya,” ujarnya.
Aksi berlangsung damai dan kondusif dengan pengamanan gabungan dari Satpol PP, Polres Tebing Tinggi, Koramil 13/TT, serta Subdenpom. Penandatanganan kesepakatan bersama antara DPRD dan perwakilan massa menjadi penutup dari rangkaian aksi yang berlangsung penuh kedewasaan.
Aksi ini menjadi bukti bahwa ruang demokrasi di daerah tetap terjaga, sekaligus pengingat bahwa suara mahasiswa dan rakyat kecil masih menjadi kekuatan penting dalam mengawal kebijakan negara.(RM)












